RADAR BERITA, Bekasi– Ketua Umum LSM Triga Nusantara mengecam keras dugaan praktik penyaluran uang ijon dan suap yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Lembaga tersebut mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera bertindak tegas dan tidak tebang pilih dalam menindak para pihak yang diduga menerima aliran dana tersebut.
Dalam pernyataannya, Ketua Umum LSM Triga Nusantara meminta KPK segera menangkap seluruh oknum yang diduga menerima uang ijon dalam perkara tersebut. Beberapa nama yang disebut antara lain H.M. Kunang selaku Kepala Desa Sukadami yang juga disebut sebagai ayah dari Bupati Bekasi, dengan dugaan penerimaan sebesar Rp1 miliar.
Selain itu, terdapat nama Sugiarto yang disebut sebagai perantara dengan dugaan aliran dana sebesar Rp3,3 miliar. Kemudian Ricky Yuda Bahtiar alias Nyai diduga menerima Rp5,1 miliar, serta Rahmat bin Sawin alias Acep sebesar Rp2 miliar.
Berdasarkan data yang beredar, total dugaan aliran suap kepada Bupati Bekasi Ade Kuswara mencapai sekitar Rp11,4 miliar.
Tak hanya itu, dalam keterangan yang disampaikan, jaksa juga menyebutkan bahwa Sarjan diduga mengalirkan sejumlah uang kepada beberapa kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Di antaranya Henri Lincoln selaku Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi sebesar Rp2,94 miliar.
Selain Henri Lincoln, nama Benny Sugiarto Prawiro selaku Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang disebut menerima Rp500 juta. Kemudian Nurchaidir selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat sebesar Rp300 juta serta Imam Faturochman selaku Kepala Dinas Pendidikan sebesar Rp280 juta.
LSM Triga Nusantara menilai praktik tersebut sangat merugikan negara dan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Lebih jauh, berdasarkan informasi yang berkembang, nilai total kontrak proyek yang diperoleh Sarjan melalui sejumlah perusahaan setelah diduga memberikan suap mencapai Rp107.656.594.568 atau hampir sepuluh kali lipat dari nilai uang yang diduga diberikan.
Ketua Umum LSM Triga Nusantara menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia juga memperingatkan bahwa apabila KPK tidak segera mengambil langkah hukum terhadap para oknum yang diduga terlibat, maka pihaknya bersama elemen masyarakat akan menggelar aksi demonstrasi di kantor KPK setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Aksi tersebut sebagai bentuk tuntutan agar penegakan hukum dilakukan secara adil, transparan, dan tanpa pandang bulu,” tegasnya.
LSM Triga Nusantara berharap KPK dapat bertindak profesional dan berani menindak siapa pun yang terlibat dalam perkara tersebut demi tegaknya hukum serta menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum di Indonesia.
( Red / Dha / Hayat )