-->
Radar Berita

Aktual Tajam Terpercaya

🔵 RADAR BERITA
⚡ RADAR BERITA — Aktual • Tajam • Terpercaya || Menyajikan Informasi Cepat, Akurat, dan Berimbang Seputar Politik, Hukum, Pemerintahan, Kriminal, dan Sosial Masyarakat || Informasi Iklan & Peliputan Hubungi WA 081279352944 •

Terkini

ICW Soroti Bahaya Politik Uang, Reformasi Pendanaan Politik Dinilai Mendesak

2026/05/15, Mei 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T14:02:54Z


RADAR BERITA, Jakarta - Indonesia Corruption Watch bersama berbagai pemangku kepentingan dan gerakan anak muda menggelar Dialog Publik Interaktif bertajuk “Menutup Celah Korupsi Melalui Reformasi Pendanaan Politik yang Inklusif dan Partisipatif” pada Selasa, 5 Mei 2026.

Forum tersebut menyoroti masih lemahnya sistem pendanaan politik di Indonesia yang dinilai menjadi pintu masuk praktik korupsi politik, konflik kepentingan, hingga hubungan transaksional antara elite politik dengan para pemodal besar.

Dalam diskusi itu, para peserta menilai biaya politik yang tinggi dalam kontestasi pemilu kerap memaksa calon maupun partai politik mencari dukungan dana dari pihak-pihak tertentu. 

Kondisi tersebut dinilai rawan melahirkan praktik balas jasa politik setelah kekuasaan diraih, mulai dari pengaturan proyek, kebijakan yang berpihak kepada pemodal, hingga penyalahgunaan kewenangan.

Selain persoalan korupsi, sistem pendanaan politik saat ini juga dianggap belum memberikan ruang yang adil bagi generasi muda dan kelompok rentan untuk ikut terlibat dalam proses demokrasi.
 
Tingginya biaya politik disebut menjadi tembok besar bagi masyarakat biasa yang ingin maju dalam kontestasi elektoral tanpa dukungan kekuatan modal.

Momentum pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu pun dinilai menjadi kesempatan penting untuk mendorong perubahan sistem pendanaan politik yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada demokrasi yang bersih.

Melalui dialog tersebut, ICW bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil dan kelompok muda mendorong reformasi pendanaan politik yang tidak hanya memperkuat pengawasan terhadap aliran dana politik, tetapi juga membuka partisipasi publik secara lebih luas agar demokrasi tidak terus dikuasai kepentingan elite dan pemilik modal.

Para peserta juga menegaskan bahwa tanpa pembenahan serius terhadap sistem pendanaan politik, praktik korupsi akan terus berulang dan mencederai kepercayaan publik terhadap demokrasi serta lembaga politik di Indonesia.

Lebih lanjut, masyarakat dapat menyaksikan tayangan lengkap dialog publik tersebut melalui kanal YouTube resmi Indonesia Corruption Watch atau melalui situs resmi Indonesia Corruption Watch⁠. ( Red / Dha / Rls ICW )
Komentar

Tampilkan